Senin, Desember 6, 2021
Beranda Aksi Sosial Terpaksa Terima Beras BPNT Broken, KPM Desa Tluwe Kecamatan Soko - Tuban,...

Terpaksa Terima Beras BPNT Broken, KPM Desa Tluwe Kecamatan Soko – Tuban, Merasa Terintimidasi

Berdikaripos.com | Tuban – Polemik beras BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) tak layak konsumsi yang diterima oleh KPM (Keluarga Penerima Manfaat) Desa Tluwe, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban beberapa waktu lalu, masih menjadi perbincangan hangat di khalayak umum.

Dilangsir dari beberapa pemberitaan media online dan televisi, dikatakan bahwa masyarakat yang tercatat sebagai KPM mengeluhkan beras yang mereka terima dari agen, sebab sudah berwarna kuning kehitaman, bau dan berkutu.

Setelah masalah tersebut viral dan mencuat, pihak agen segera mengambil sikap dan memberi kelonggaran kepada KPM, untuk menukarkan beras yang diterima dengan kualitas yang lebih bagus dari sebelumnya.

Anang Suryana Amin, Agen BNI 46 Desa Tluwe dengan nama Toko Suryana Sejahtera, saat dikonfirmasi awak media mengatakan bahwa semua hal tersebut adalah miss komunikasi atau kesalahpahaman saja.

“Saya menyediakan dua varian, premium sama medium, dan KPM mintanya Premium tapi keliru mengambil, mestinya ngambil premium malah ngambil medium,” jelas Anang.

Selanjutnya terkait beras bau dan berkutu, dirinya mengatakan bahwa itu bukan beras jelek tetapi medium, dan nantinya tergantung permintaan KPM, pilih premium atau medium tanpa ada penekanan.

“Untuk harga premium dari daerah itu dihargai Rp.11.000, untuk medium saya ngambilnya di selep-selep seharga Rp.8.950 saya jual Rp.9.950. Untuk KPM yang ngambil Paket Premium itu terdiri dari beras 15 kilogram, telur 1 kilogram plus tahu tempe, dan untukĀ medium terdiri beras 15 kilogram, telur 1 kilogram, namun karena harga melonjak tinggi untuk minyak dan gula volumenya saya kurangi menyesuaikan dengan harga,” ungkapnya.

Ditambahkan, bahwa KPM di Desa Tluwe yang telah mencairkan BPNT ditempatnya sekitar 180-200 KPM dengan jenis paketan sesuai permintaan.

Sementara itu, Arif Ahmad Akbar selaku pendamping PKH Desa Tluwe saat dijumpai wartawan justru memberi keterangan yang berbeda dan membenarkan ungkapan para warga penerima manfaat program.

“Saya pengganti pendamping yang lama, jadi saya juga baru tahu kondisi yang sebenarnya, beras yang diterima KPM adalah beras broken atau buruk, berbau dan berkutu, serta ada kerikilnya, jelas tak layak konsumsi,” terangnya.

Selanjutnya, Akbar mengatakan bahwa dirinya juga baru mengetahui adanya dugaan penyimpangan, setelah mengumpulkan KPM untuk melakukan pertemuan kelompok, karena dalam pertemuan tersebut banyak hal yang disampaikan oleh warga.

“Informasi dari warga, sebelum pencairan kartu mereka diminta oleh agen untuk digesek terlebih dulu, baru diambil oleh orang-orangnya,” ungkapnya kepada awak media di lapangan, Senin (15/11/2021).

Selain itu, Akbar menyampaikan bahwa beras yang diterima KPM hanya berbobot 14 kilogram, minyak goreng 800 ml, telur berjumlah 14 – 15 butir dan berat gula tidak mencapai 1 kilogram.

Saat ditanyakan, terkait pernyataan agen yang mengatakan bahwa KPM salah dalam pengambilan beras dari premium ke medium, Akbar menolak pernyataan agen tersebut dan membantahnya.

“Itu tidak benar, saya tau perihal itu, seharusnya agen mengambil dari supplier karena di Kecamatan Soko ada suppliernya, tetapi Kades tidak mengambil di supplier melainkan berasnya sendiri, dan dibagikan sebelum waktunya pencairan,” jelasnya.

Disisi lain, Akbar mengungkapkan informasi lain yang didapatnya, bahwa warga penerima manfaat juga tidak berani mengambil diluar desa karena adanya intimidasi dari pihak Kades, jika ada yang nekat mengambil dari luar agen yang ditunjuk, maka akan dicoret dari kepesertaan atau daftar KPM. (**, Biro Tuban, Redaksi)

RELATED ARTICLES

Populer

KJL Peduli, Sasar Sekitar Wilayah Pasar Serta Para Jama’ah Masjid Darul...

Berdikaripos.com | Lamongan - KJL Peduli adalah salah satu program sosial dari Komunitas Jurnalis Lamongan (KJL), program sosial bertema "Sedekah Jum'at Nasi Bungkus," Kegiatan...
error: Content is protected !!