Selasa, Oktober 26, 2021
Beranda Hukum Tercium Aroma Nepotisme Dalam Pemilihan Perangkat Desa Jipo Kecamatan Kepohbaru

Tercium Aroma Nepotisme Dalam Pemilihan Perangkat Desa Jipo Kecamatan Kepohbaru

Berdikaripos.com | Bojonegoro – Nepotisme, mungkin kata itu yang pantas disematkan untuk kepimpinan Kepala Desa Jipo Kecamatan Kepohbaru (Abu Amar) periode 2019-2025.

Bagaimana tidak, semua anggota keluarga Abu Amar diboyong untuk mengisi Pemerintahan Desa Jipo. Sekretaris Desa Jipo adalah Anita Rohmah, dengan nilai 90, yang merupakan anak Kepala Desa dan istri dari Kaur Perencanaan, dan pernah mencalonkan Kepala Desa bersamaan dengan Abu Amar yang notabene ayahnya sendiri. Kemudian Helmi Yahya Arswenda, yang mendapat nilai 86, yang mana merupakan anak dari Kepala Dusun Kendal, yang juga cucu keponakan Kepala Desa, yang lolos sebagai Kepala Dusun Ngrandu Desa Jipo.

Pemilihan Perangkat Desa yang digelar Rabu (15/09/2021) itu menyisakan sebuah pertanyaan, sistem Pemerintahan Desa Jipo di isi oleh keluarga Kepala Desa Jipo Abu Amar, membuat masyarakat Desa Jipo bertanya-tanya, Ada Apa ?, Kenapa ?.

Ada apa dengan Desa Jipo dibawah kepemimpinan Abu Amar ?, Apakah mungkin dugaan jika ada suatu anggaran bisa dinikmati dan diketahui oleh para keluarga Kepala Desa saja, dan tidak bocor ke publik, sehingga terjadilah korupsi berjama’ah oleh keluarga Kepala Desa ?.

Kenapa kok hanya keluarga Kepala Desa yang dapat mengisi Pemerintahan Desa Jipo ?, Apakah keluarga Kepala Desa terpilih menjadi Perangkat Desa karena murni memiliki kemampuan sesuai apa porsinya, atau terpilih hanya karena hubungan keluarga, misalnya anak, cucu atau keponakan.

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang muncul dibenak masyarakat Desa Jipo.

Abu Amar saat dimintai keterangan oleh Jurnalis di rumahnya, menerangkan, “Semua yang nyalon Sekretaris Desa dan Kepala Dusun, masih ada hubungan Family dengan saya mas,” ujarnya saat dikonfirmasi rumahnya.

Jurnalis saat di rumah Kepala Desa Jipo, Jurnalis juga mendapati Abu Amar sedang memotong kayu jati milik desa, dalih Kepala Desa saat disinggung masalah kayu, “Itu kayu jati saya yang menanam sudah 20 tahun yang lalu,” kilah Kepala Desa Abu Amar.

Masyarakat merasa tidak terima dengan adanya pemilihan Perangkat Desa Jipo, karena tidak adil dan tidak terbuka, perlu tindakan tegas dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menangani Pemilihan Perangkat Desa Jipo yang tercium aroma nepotisme ini. (Redaksi)

RELATED ARTICLES

Populer

Semarakkan HDKD 2021 Lapas Lamongan Berikan Layanan Menggunakan Baju Adat

Berdikaripos.com | Lamongan - Dalam rangkaian acara Hari Dharma Karyadhika (HDKD) Tahun 2021 seluruh UPT Jawa Timur mendapatkan arahan Kakanwil Kemenkumham Jawa Timur untuk...
error: Content is protected !!