Pupuk Bersubsidi Langka dan Mahal, Ribuan Petani di Bondowoso Geruduk Kantor DPRD Sampaikan Penderitaannya

Pupuk Bersubsidi Langka dan Mahal, Ribuan Petani di Bondowoso Geruduk Kantor DPRD Sampaikan Penderitaannya

BONDOWOSO JATIM — Pupuk bersubsidi di Kabupaten Bondowoso langka, hampir semua di kios penjual pupuk sulit didapat. Hal inilah yang membuat ribuan petani desa Sempol kabupaten Bondowoso geruduk DPRD Bondowoso untuk menyampaikan penderitaannya.

“Kami hadir ke gedung rakyat, untuk menyampaikan amanah petani dari desa kami kepada yang terhormat bapak-bapak Dewan terkait kelangkaan pupuk,” kata Bung Yudi korlap petani dari desa Sempol, Senin (22/05/2022).

Aksi ribuan petani ini didampingi ketua Komunitas Petani Kubis (KPK) yang juga merasa tersiksa dengan sulitnya pupuk bersubsidi, imbuh Yudi.

Ketua komunitas Petani kubis ( KPK) H. Rahmudi membenarkan hal tersebut. “Pupuk benar sulit didapat, kalaupun ada harganya bervariasi ditiap desa. Ada yang 400 ribu perkwintal, bahkan sampai tembus 600ribu,” kata H Rahmudi.

Ribuan pendemo ini disambut oleh Andi, komisi 2 dari partai PDI-P. Andi berjanji akan menyampaikan semua aspirasi mereka di forum rapat DPRD.

“Apa yang bapak-bapak sampaikan akan segera saya tindak lanjuti dengan harapan marwah pupuk bersubsidi dikelola BUMDES. Tujuannya agar petani bisa membeli pupuk tanpa lagi kesulitan, dengan harga yang stabil dan wajar.” Kata Andi.

Sementara itu, Kapolres Bondowoso AKBP Bimo Arianto, S.H., Sik menemui pendemo lain yang berada di luar gedung DPRD.

Kapolres berjanji akan menindak tegas apabila ada oknum atau pihak yang melakukan pemerasan terkait sulitnya pupuk.

“Siapapun orangnya selama kepemimpinan saya disini akan saya tindak tegas,”ucap Kapolres Bondowoso.

Pernyataan ini disambut tepuk tangan histeris oleh para pendemo yang hadir. Selanjutnya mereka melanjutkan aksi menuju Kantor Pemkab Bondowoso dengan tujuan yang sama.

Ribuan pendemo ini berharap suara mereka didengar, dan Pemerintah bisa memberi solusi terkait langka dan mahalnya pupuk bersubsidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *