Minggu, September 26, 2021
Beranda Daerah Proyek Pengurukan Makam Covid-19 Di Kelurahan Babat Jangan Jadikan Ajang Cari Uang

Proyek Pengurukan Makam Covid-19 Di Kelurahan Babat Jangan Jadikan Ajang Cari Uang

Berdikaripos.com | Lamongan – Banyaknya korban meninggal dunia karena Covid-19 di Kecamatan Babat tepatnya di Kelurahan Babat membuat Tempat Pemakaman Umum (TPU) kehabisan lahan makam untuk korban meninggal akibat Covid-19 yang melanda Kecamatan Babat akhir-akhir ini. Hal inilah yang membuat pihak Kelurahan Babat tergerak untuk kemanusiaan dengan menyiapkan lahan makam Covid-19 di Dusun Sawo dekat perlintasan kereta api bagian timur.

Lahan seluas 148×50 Meter tersebut, direncanakan akan dipakai untuk makam Covid-19 yang direncanakan dalam bentuk proposal akan membutuhkan biaya sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yakni Rp. 373.200.000,-. Yakni dengan rincian pengurukan tanah dengan volume 8.580 dan harga satuan Rp. 40.000,-/M3 total Rp. 343.200.000,- serta ongkos sewa alat Rp. 30.000.000,-.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat Kelurahan Babat, dimana selain dari RAB di atas, masih dianggarkan pula dari para donatur baik yang berada di lingkup Kelurahan Babat ataupun di luar Kelurahan Babat yang menjalin kemitraan dengan pihak Kelurahan Babat. Belum lagi siapa yang menjadi penyedia lahan makam Covid-19 di Dusun Sawo tersebut.

Pelaksana Harian (Plh.) Lurah Babat (Muzayin, S. Sos, MM) yang menandatangani proposal tersebut, saat dikonfirmasi Jurnalis Berdikaripos.com, Minggu (22/08/2021), menjawab, “Sebenarnya saya sudah tidak mau menandatangani proposal tersebut mas, mengacu pada UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang aparatur sipil negara juga UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang administrasi pemerintahan, saya sudah tidak mau memberi rekomendasi, akan tetapi di dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 tersebut dimana dikarenakan adanya tindakan yang bersifat urgent dan sangat mendesak terkait banyaknya warga Kelurahan Babat yang mendatangi saya setiap hari bukan hanya satu atau dua kali untuk segera mencarikan dana untuk makam Covid-19,” ujar pegawai pemerintahan yang masih definitif Kasi Pemerintahan di Kecamatan Pucuk ini.

Disinggung masalah status hak tanah, Plh. Lurah Babat Juga menjelaskan, “Tanah yang dipakai untuk makam Covid-19 itu adalah aset milik Pemda yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat Kelurahan Babat, dan bisa diambil alih oleh Pemda kalau dibutuhkan. Jadi kenapa saya tidak melibatkan LPM Kelurahan Babat itu karena beberapa alasan, pertama saya hanya sebagai Pelaksana Harian yang tidak mempunyai kebijakan mengangkat dan membentuk Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan, yang kedua karena para anggota RT/RW tidak setuju dengan Ketua LPM yang sekarang, dan yang terakhir saya mengacu pada Perda Nomor 20 Tahun 2020 tentang lembaga kemasyarakatan kelurahan pasal 3 poin (2) huruf (f) dimana dijelaskan LPM/LKK tidak berafiliasi kepada partai politik, lha disitu saya berfikir bahwa Ketua LPM yang saat ini atas bentukan mantan Lurah Definitif akan mencalonkan diri lagi menjadi Caleg (Calon Legeslatif) berarti kan masih berafiliasi dengan partai politik. Saya juga telah meminta pendapat kepada Sekretaris Kecamatan Babat (Teguh Subagyo, S.STP, MM) mengenai penandatanganan proposal tersebut, beliau (Sekcam) menjelaskan, “Ini kan bersifat urgent/penting untuk kepentingan masyarakat dan tidak ada kontribusi uang untuk sampean (Plh. Lurah Babat),” begitu kata Sekcam kepada saya, sehingga saya yakin untuk menandatangani proposal tersebut demi kebaikan masyarakat Kelurahan Babat,” terang Muzayin yang juga sebagai PJ. Kepala Desa Bugo Kecamatan Pucuk.

Mengenai keabsahan kepanitian, Muzayin juga menjelaskan, “Kita sudah mengadakan rapat sampai tiga kali, kita gak undang semuanya mas dikarenakan masih dalam masa PPKM Darurat, yang kami undang pun hanya RW di Kelurahan Babat, jadi yang tidak hadir sampai tiga kali akan saya tinggal, dikarenakan akan menghambat kinerja dalam pengembangan pengerjaan makam Covid-19 ini, dan mengenai keuangan besaran anggaran dalam proposal itu baru saya ajukan entah cair apa tidak di tahun 2022 dengan kondisi seperti ini, mengenai sumbangan swadaya dari para RT/RW sebesar Rp. 1.000.000,- dikali 47 RT dan 13 RW, jadi kita hitung total Rp. 47.000.00,- itupun belum nyumbang semua, serta tambahan sumbangan dari donatur-donatur baik dari dalam serta luar Kelurahan Babat, mengenai pagar makam semoga ada para dermawan yang mau membantu untuk pembangunan pagar makam Covid-19, saya juga sudah wanti-wanti kepada para staf saya, agar jangan sampai menerima uang dari pengerjaan pengurukan makam Covid-19, karena semua itu uang masyarakat. Demikian pula saya tekankan kepada bendahara panitia pengurukan makam Covid-19 (Kurnia Dwi Jaya, Ketua RT.02/RW.08) bahwa segala bentuk transaksi pengurukan makam Covid-19 harus ada bukti transaksi minimal kwitansi, dan jangan sampai ada indikasi penyelewengan,” terang secara gamblang Plh. Lurah Babat.

Disisi lain, Ketua Panitia pengurukan makam Covid-19 (Drs. Infantri Subarkah, Ketua RW.11), saat dikonfirmasi via WhatsApp menjelaskan, “Kami sangat berhati-hati mas dalam melaksanakan program pengurukan makam Covid-19 ini, jangankan untuk makan-makan ataupun beli rokok, untuk menggali dana ini saja kita masih banyak kekurangan,” ujar Ketua RW. 11 kepada Jurnalis Berdikaripos.com.

Camat Babat (Drs. Mulkan, MM) juga menegaskan, “Jangan ada yang menerima uang sepeserpun dari pengerjaan pengurukan makam Covid-19 ini, baik itu Pemerintah Kecamatan Babat, Pemerintah Kelurahan Babat maupun panitia yang melaksanakan pengerjaan pengurukan tersebut, saya ingin Kecamatan Babat ini menjadi lebih baik,” ujar Camat Babat saat dihubungi melalui sambungan telpon via WhatsApp.

“Terima kasih mas Yoyon sebagai Jurnalis sudah mengawal jalannya pengerjaan pengurukan makam Covid-19 ini, jadi kami bisa introspeksi diri jika nanti ditemukan pelanggaran,” tutup Plh. Lurah Babat. (Redaksi)

RELATED ARTICLES

Populer

Komunitas Football Traveler Jalin Silaturahmi Lewat Sepakbola

Berdikaripos.com | Lamongan - Gaya baru bermain bola sembari traveling pun diyakini dapat menjadi pilihan bagi pecinta sepak bola yang suka berpergian sambil olahraga....
error: Content is protected !!