Minggu, September 26, 2021
Beranda Aksi Sosial Pembagian BST Di Desa Margomulyo Balen Bojonegoro Timbulkan Kerumunan Dimasa PPKM Darurat.

Pembagian BST Di Desa Margomulyo Balen Bojonegoro Timbulkan Kerumunan Dimasa PPKM Darurat.

Berdikaripos.com | Bojonegoro – Kurang lebih sebanyak 481 Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ), datang serta mengantri di Balai Desa, saat penyaluran Batuan Sosial Tunai (BST) di Desa Margomulyo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, sehingga terkesan timbulkan kerumunan di masa PPKM Darurat yang masih berjalan, Minggu. (25/7/2021).

Antusias yang tinggi oleh para penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) di Desa Margomulyo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, tanpa disadari telah melupakan adanya wabah pandemi Covid-19, dan diduga menyebabkan terjadinya klaster-klaster baru Covid-19 akibat adanya kerumunan tersebut.

Dari pantauan awak media, antrian KPM dalam rangka pembagian BST oleh Kementrian Sosial yang dilaksanakan di Balai Desa oleh Pemdes Margomulyo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, terlihat begitu padat serta dari pihak panitia terkesan tidak menghiraukan dan tanpa adanya penertiban atau mengatur warga yang sedang mengantri BST.

Di sisi lain kita tidak bisa melihat bagaimana usaha Pemerintah Pusat, Propinsi, serta Kabupaten Kota dalam menangani wabah pandemi Covid-19 agar seluruh masyarakat dapat terhindar dari Covid-19 ini.

Sangat disayangkan kerumunan itu sendiri terjadi, meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat masih berlaku hingga hari Senin 26 Juli 2021.

Tidak adanya persiapan yang matang dari Pemerintah Desa Margomulyo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro ini, sehingga berdampak menimbulkan kerumunan saat penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dan tentunya melanggar aturan PPKM Darurat dan Protokol Kesehatan Covid-19.

Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial Tunai (BST) pun rela mengantri dan berdesak-desakan demi menerima bantuan tersebut sebesar Rp. 600.000 ribu rupiah dari Kementrian Sosial.

Di akhir pelaksanaan saat dikonfirmasi oleh awak media, Arip Rohman selaku Kepala Desa Margomulyo mengatakan, “ini sudah biasa mas,” jawab Kepala Desa dengan santainya.

Padahal sebagai pemimpin Pemerintahan Desa, seharusnya selaku Kepala Desa beliau harus bisa memberi contoh dan dapat mengarahkan warganya serta jajaranya untuk bisa mentaati peranturan protokol kesehatan dan peraturan PPKM Darurat yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Pusat guna menekan angka penyebaran virus Covid-19. (Mutohar, Siti)

RELATED ARTICLES

Populer

Komunitas Football Traveler Jalin Silaturahmi Lewat Sepakbola

Berdikaripos.com | Lamongan - Gaya baru bermain bola sembari traveling pun diyakini dapat menjadi pilihan bagi pecinta sepak bola yang suka berpergian sambil olahraga....
error: Content is protected !!