Sabtu, Desember 4, 2021
Beranda Anak Oknum Guru MI Ma'arif Gembong Babat, Diduga Gelapkan Bantuan Santunan Yatim

Oknum Guru MI Ma’arif Gembong Babat, Diduga Gelapkan Bantuan Santunan Yatim

Berdikaripos.com | Lamongan – Tega, mungkin itu kata yang pas disematkan kepada oknum guru di MI Ma’arif Gembong Kecamatan Babat. Bagaimana tidak, bantuan bagi anak yatim diduga digelapkan, dengan modus mempermudah proses bagi si penerima, akan tetapi dimanipulasi oleh oknum guru berinisial NH.

Shodiqin, S. Ag selaku Kepala Sekolah, yang juga mengetahui kejanggalan yang dilakukan oknum guru di Lembaga Ma’arif dibawah kepemimpinannya, saat dikonfirmasi awak media di ruangannya, Minggu (24/10), menjelaskan, “Kita sudah kumpulkan 8 orang tua wali penerima bantuan santunan itu mas, dan setuju bahwa bantuan yang untuk 8 orang itu akan dibagi rata kepada 19 orang lainnya,” alibi Kepala Sekolah yang sekaligus sebagai KKM (Ketua Kelompok Madrasah).

Bantuan yang bersumber dari Arab Saudi melalui yayasan Al Rahmah ini diperuntukkan bagi siswa-siswi MI Ma’arif, yakni Vadella Asal’sa Aurindy Papua, Zahra Ayu Cahyati, Maida Latifah Ali, Maida Luthfiyah Ali, Aura Shintya Sari, M. Rakha Lefyudin, Khoirul Bahtiar, dan Kholifatul Hidayah. 8 anak 6 orang tua wali karena ada tiga siswa-siswi bersaudara.

Keterangan Kepala Sekolah bertolak belakang dengan fakta di lapangan, pasalnya surat pernyataan pelimpahan dari 8 siswa-siswi penerima bantuan yang dilimpahkan kepada 19 orang yang diajukan pihak sekolah, tidak ada pernyataan tertulis atau legal standing secara resmi.

NH saat dikonfirmasi awak media Berdikaripos.com via WhatsApp Messenger menjawab, “Bukankah kemaren sudah cukup jelas bapak, dengan kehadiran njenengan datang ke sekolahan,” ujar NH berlindung di Lembaga Sekolah yang menaunginya.

8 Rekening si penerima pun di pegang oleh NH serta saldo dipindahkan ke rekening pribadi NH. Entah dengan maksud apa, mungkin ingin memperkaya diri atau ingin menguasai harta anak yatim. Bahkan 8 si penerima santunan tersebut tidak dikasihkan uang santunan sepenuhnya, yakni pencairan pertama sebesar Rp. 2.000.000,- hanya di berikan Rp. 1.500.000,- kepada 8 penerima, yang Rp. 500.000,- alibi NH untuk uang koordinasi. Sedangkan pencairan santunan yang kedua yakni Rp. 5.800.000,- hanya diberikan Rp. 2.500.000,- kepada masing-masing 8 penerima, dengan rincian pemindahan rekening dari si penerima ke rekening NH tertanggal 22-23-24/10/2021 dipindah ke rekening NH sebesar Rp. 500.000,- masing-masing dilakukan dua kali pemindahan, jadi tiap si penerima dipindahkan perhari Rp. 1.000.000,- ke rekening pribadi NH, yang dilakukan selama 3 hari berturut-turut, jadi total pemindahan per si penerima total Rp. 3.000.000,- dan yang diterimakan kepada para penerima santunan hanya Rp. 2.500.000,- untuk pencairan kedua.

Telah dijelaskan dalam firman Allah QS. An-Nisa ayat 10 yang artinya sebagai berikut, “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)”.

Dalam KUHP Pasal 372 juga dijelaskan mengenai penggelapan, “Barang siapa dengan sengaja memiliki dengan melawan hak sesuatu barang yang sama sekali atau sebagiannya termasuk kepunyaan orang lain dan barang itu ada dalam tangannya bukan karena kejahatan, dihukum karena penggelapan, dengan hukuman penjara selama-lamanya 4 (empat) tahun”.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada itikad baik pihak lembaga sekolah MI Ma’arif untuk memberikan hak anak yatim si penerima santunan melalui yayasan Al Rahmah tersebut. (Redaksi)

RELATED ARTICLES

Populer

KJL Peduli, Sasar Sekitar Wilayah Pasar Serta Para Jama’ah Masjid Darul...

Berdikaripos.com | Lamongan - KJL Peduli adalah salah satu program sosial dari Komunitas Jurnalis Lamongan (KJL), program sosial bertema "Sedekah Jum'at Nasi Bungkus," Kegiatan...
error: Content is protected !!