Minggu, September 26, 2021
Beranda Daerah MPC Pemuda Pancasila Lamongan, Sesalkan Pelaksanaan Vaksinasi Di Alun-alun Lamongan

MPC Pemuda Pancasila Lamongan, Sesalkan Pelaksanaan Vaksinasi Di Alun-alun Lamongan

Berdikaripos.com | Lamongan – Niat baik Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Kesehatan Lamongan dengan menggelar Gebyar Vaksinasi Dosis 1 yang dilaksanankan di Alun-alun Lamongan, Sabtu (28/08/2021). Berubah menjadi kerumunan, secara tidak langsung di khawatirkan akan memicu klaster baru dalam pelaksanaan yang abai akan peraturan jaga jarak.

Hal itu memicu berbagai komentar dari berbagai kalangan, baik itu para Jurnalis, netizen, organisasi masyarakat ataupun Ormas. Salah satunya adalah MPC Pemuda Pancasila Lamongan.

Andrianto selaku Ketua MPC Pemuda Pancasila Lamongan, berkomentar saat dimintai keterangan oleh Jurnalis Berdikaripos.com, “Sebetulnya ini adalah niat baik dari Pemerintah Kabupaten Lamongan, akan tetapi dalam pelaksanaan di lapangan abai akan peraturan jaga jarak, kalau tertib dan diatur pasti nanti tidak akan memicu adanya klaster baru,” ujar Andrianto.

Gebyar Vaksinasi Dosis 1 ini dilaksanakan lantaran tingkat penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lamongan sempat tinggi.

Membludaknya Peserta Vaksinasi di Alun Alun Lamongan, pada Sabtu pagi tanggal 28 Agustus 2021 itu berbagai wajib pihak Ikut berkomentar sebagai himbauan dan bentuk keperdulian sebagai putra daerah, agar peristiwa yang sama tidak terjadi di lain tempat.

Antusiasme masyarakat Yang sangat besar untuk mengikuti program vaksinasi yang digelar pemerintah Kabupaten Lamongan, Melalui dinas Kesehatan di area Alun-alun Lamongan, Provinsi Jawa Timur, dengan tujuan untuk melindungi masyarakat dari Covid-19 sekaligus untuk mencapai target kekebalan kelompok (herd immunity) Yang di canangkan presiden Jokowi secara Nasional itu ternyata tidak berjalan dengan tertib di Kabupaten Lamongan, sampai menimbulkan kerumunan dan terkesan terkesan carut marut.

Terlihat ironis, kegiatan vaksinasi massal dengan 3000 dosis yang digelar Pemerintah Kabupaten Lamongan tersebut, dengan tujuan untuk melindungi masyarakat dari Covid-19 sekaligus untuk mencapai target kekebalan kelompok (herd immunity). Justru tampak ribuan warga yang mengikuti Vaksinasi itu berdesakan di bawah panasnya terik mata hari demi mendapatkan nomor antrian vaksin.

Meski mereka mengenakan masker, namun pengaturan kegiatan vaksinasi di tengah masa peraturan pemerintah dalam menerapkan PPKM tersebut terkesan carut marut hingga menimbulkan kerumunan dan tanpa jarak aman, dikhawatirkan sehingga dapat menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lamongan.

 

“Tadi pagi sebenarnya juga ingin ikut vaksinasin itu sekeluarga, datang jam 07.30 wib pagi demi mendapatkan nomor antrian vaksinasi dan ingin suntik vaksin, terlihat peserta begitu membludak hingga berdesak-desakan, terlihat carut marut seakan panitia penyelenggara tidak siap atau tidak mengantisipasi hal itu. Bagaimana lagi sekarang sertifikat vaksin penting untuk mengurus apapun, jadi ya mau tidak mau harus vaksin, akan tetapi saat melihat kerumunan itu saya memutuskan untuk menunda dan pulang saja,” ujarnya.

Padahal terlihat pihak keamanan dari TNI, Polri beserta Satpol PP sudah sigap mengingatkan Masyarakat soal jaga jarak, tertib antri kepada 3000 peserta vaksin di alun-alun Lamongan itu.

Menyingkapi perihal tersebut, Kepala dinas kesehatan saat di hubungi via WhatsApp, Dokter Taufik memberikan Statementnya terkait membludaknya antrian vaksinasi di alun-alun Lamongan.

“Kejadian ini sudah kami antisipasi sebetulnya, tapi karena antusiasme tinggi, masyarakat sudah datang jam 5 saat petugas belum semuanya datang. Sementara jadwal yang disampaikan untuk datang 8. Video yang tersebar itu kejadiannya sebenarnya hanya sesaat (Tidak lama) dan setelah diatur semuanya oleh petugas sehingga kegiatan vaksinasi bisa berjalan tertib dan lancar. Masyarakat yang di minta datang pukul 08.00 wib pagi, akan tetapi pukul 05.00 wib (bada subuh) sudah pada Berdatangan, saat itu petugas masih belum datang semua, sehingga belum diatur. Tapi segera setelah itu sudah bisa tertib dan teratasi, Hal ini mari di sikapi positif saja bahwa kesadaran masyarakat sudah terbentuk untuk ikut vaksin, semua sangat antusias untuk mendapatkan suntik vaksin. Sekarang situasinya sudah berjalan tertib dan baik,” tutupnya. (Redaksi)

RELATED ARTICLES

Populer

Komunitas Football Traveler Jalin Silaturahmi Lewat Sepakbola

Berdikaripos.com | Lamongan - Gaya baru bermain bola sembari traveling pun diyakini dapat menjadi pilihan bagi pecinta sepak bola yang suka berpergian sambil olahraga....
error: Content is protected !!