Majukan UMKM, LPMK Badean Gelar Bazar Ramadan

Majukan UMKM, LPMK Badean Gelar Bazar Ramadan

Bondowoso-Jatim — Guna memajukan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kelurahan Badean, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) setempat menggelar Bazar Ramadan 1444 H.

Gelaran bazar Ramadan dimulai  sejak awal puasa dengan menyajikan beragam takjil, jajanan, maupun makanan di area taman stadion Magenda.

Ketua panitia Bazar Ramadan, Yashinta Galuh Ditriyanti, S.STP, M.si mengatakan, “Bazar kami adakan dalam rangka untuk menggeliatkan dan memajukan UMKM di kelurahan Badean.”

Menurut perempuan yang merupakan istri Lurah Badean ini,  lokasi bazar sengaja dipilih di area Taman Magenda karena strategis. Jalannya lurus memanjang dan tempat parkir  luas dan aman, sehingga pengunjung akan merasa nyaman.

“Dengan lokasi yang strategis ini, kami berharap banyak penjual maupun pembeli yang datang. Tentunya hal ini akan berdampak positif terhadap pelaku UMKM. Harapan kami dengan meningkatnya pendapatan, perekonomian masyarakat Kelurahan Badean juga semakin meningkat,” jelas Yashinta.

Namun patut disayangkan, faktor cuaca menjadi kendala karena pada sore hari sering diguyur hujan, sehingga animo pengunjung berkurang.

“Cuaca yang tidak bisa diprediksi ini menyebabkan pelaku UMKM berguguran satu persatu. Pelaku UMKM yang berpartisipasi awalnya 24 stand sekarang tinggal 5 stand,” ungkap Yasintha kepada awak media, Kamis (13/04/2023).

Dia merasa kasihan kepada merasa kasihan kepada pelaku UMKM yang umumnya kaum perempuan. Ibu-ibu dan kaum putri yang awalnya bersemangat berjualan harus gugur satu persatu.

“Pengalaman tahun ini akan menjadi bahan kajian kami selaku penyelenggara Bazar Ramadan. Kami akan kaji ulang untuk pasar Bazar Ramadhan di tahun depan.” Pungkas Yashinta.

Kondisi sepinya gelaran Bazar Ramadan diungkapkan seorang peserta bernama Linda, faktor cuaca menjadi kendala bagi pelaku UMKM maupun pengunjung.

“Kami tetap berjualan meskipun sepi pengunjung atau pembeli. Pada awal pembukaan puasa,  teman dan tetangga ramai berjualan disini. Namun karena  sering hujan akhirnya banyak yang berguguran untuk melanjutkan jualannya,” kata Linda.

Sementara, menurut Bahrul asal desa Pakem Kabupaten Bondowoso, datang bersama keluarga merasa menyayangkan sepinya Bazar Ramadan.

“Kami datang jauh-jauh untuk ngabuburit dan membeli makanan di lokasi bazar, tetapi keadaannya sepi. Sebenarnya sayang kalau acara begini sebelum puasa berakhir, penjualnya sudah pada tidak ada. Semoga Bazar di tahun depan lebih baik,” kata Bahrul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *