Rabu, Juli 28, 2021
Beranda News Klarifikasi SD Negeri Kedungharjo

Klarifikasi SD Negeri Kedungharjo

Berdikaripos.com | Tuban – Mengenai pemberitaan sebelumnya, tentang harga LKS (Lembar Kerja Siswa) yang dinilai terlalu membebani wali murid, setelah mengadakan pertemuan internal dengan awak media dan pihak sekolah, baru dapat disimpulkan, bahwa sanya dengan harga LKS sebesar Rp. 110 ribu itu, para siswa mendapatkan 11 LKS, jadi persatu LKS harga Rp. 10 ribu.

Kepala Sekolah (Harun) membenarkan hal itu, “Memang saya akui mas, saya salah tidak memonitoring hal itu, makanya saya bersikeras menyangkal, karena saya juga tidak tau sama sekali, toh LKS itu juga saya subsidi silang untuk siswa yang kurang mampu, soal mengenai pengadaan LKS toh juga kehendak wali murid dan teleh disepakati dalam musyawarah,” terang Harun.

“Mengenai hal yang kemarin saya benar-benar minta maaf sama mas dan rekan media yang lain, saat saya dikonfirmasi, saya agak tersinggung dan jawaban saya mungkin agak kurang enak dan mungkin dengan nada tinggi, karena memang saya tidak melakukan apa yang ditanyakan mas kemarin,” tambahnya kepada awak media Berdikaripos.com.

Tim media Berdikaripos.com juga mengklarifikasi pemberitaan kemarin dengan alasan terbawa suasana saat Kepala Sekolah dikonfirmasi dengan jawaban yang tidak berkenan.
Guru pembimbing yang bertandatangan di kwitansi juga memberikan keterangan, “Kwitansi yang ada itu lantaran salah satu wali murid takut sama suaminya kalau uang dari suaminya dibuat hal lain, makanya minta kwitansi untuk diberikan kepada suaminya, agar percaya untuk kebutuhan sekolah,” ujar Septy.

Mengenai GTT (Guru Tidak Tetap) atau guru honorer, Harun juga mengklarifikasi, “Mengenai pungutan atau pemotongan gaji guru honorer itu lantaran guru honorer yang bersangkutan punya tanggungan di sekolah, seperti kasbon dulu, pinjam uang kas sekolah, jadi pas waktu gajian langsung dipotong digajinya itu mas,” paparnya. (Redaksi)

RELATED ARTICLES

Populer