Selasa, Oktober 26, 2021
Beranda Hukum Dugaan Mark-Up Anggaran Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 2021 Desa Kedungrejo Kecamatan Kedungadem

Dugaan Mark-Up Anggaran Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 2021 Desa Kedungrejo Kecamatan Kedungadem

Berdikaripos.com | Bojonegoro – Dugaan Mark-Up ini muncul lantaran investigasi Tim Jurnalis Berdikaripos.com di Desa Kedungrejo Kecamatan Kedungadem, pasalnya anggaran APBD Provinsi sebesar Rp. 500 juta untuk pembangunan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Total Berbasis Masyarakat sebanyak 37 unit banyak ditemukan kejanggalan, salah satu adalah pembelian bak kontrol yang dinilai terlalu mahal pembeliannya yakni Rp. 200 ribu per bak kontrol/bong bis, sedangkan menurut keterangan warga masih di mintai sejumlah biaya untuk penggalian septic tank.

Seperti keterangan salah satu warga yang mendapatkan unit sanitasi, “Saya disuruh menggali tanah sendiri mas, untuk penanaman septic tank, otomatis saya memanggil tukang untuk menggali lubang pembuatan septic tank tersebut,” ujar warga yang tidak mau disebut namanya.
Sedangkan Kepala Desa Jaslan, menjelaskan kepada Tim Jurnalis Berdikaripos.com, “Tidak benar itu mas, semua gratis, tidak ada pungutan lain selain dari anggaran APBD Provinsi, bahkan pintu yang sesuai RAB senilai Rp. 200 Ribu, kita belikan yang bagus Rp. 600 Ribu, dan saya yang bertanggung jawab semuanya,” ujar Kepala Desa Kedungrejo mencoba mengelabui.

Menurut kacamata jurnalis, dari keterangan Kepala Desa Jaslan saja kita sudah dapat menyimpulkan adanya hal ganjil.

Sedangkan Kepala Dusun Suyono sebagai Bendara Sanitasi Desa 2021, saat dimintai keterangan oleh Tim Jurnalis Berdikaripos.com mengatakan, “Saya tak kordinasi dulu sama pak Kades mas, nanti satu pintu saja sama pak Kades,” ucap Kasun coba menghindar.

Hasil investigasi Tim Jurnalis menemukan fakta, bahwa teras, bak kontrol/bong bis, dan atap diborong oleh Sekretari Desa (Harianto), dengan harga diatas harga pasaran.

Ketua Timlak Kasun Pur Saat di mintai keterangan oleh Tim Jurnalis Berdikaripos.com tidak banyak memberikan statment seakan-akan ada yang ditutupi.

Sampai berita ini diturunkan belum ada tindakan dari Pemerintah Desa Kedungrejo Kecamatan Kedungadem untuk melakukan pembenahan.

Diharapkan kepada pihak-pihak terkait segera turun lapangan untuk kroscek fisik dan dugaan mark-up. (Redaksi)

RELATED ARTICLES

Populer

Semarakkan HDKD 2021 Lapas Lamongan Berikan Layanan Menggunakan Baju Adat

Berdikaripos.com | Lamongan - Dalam rangkaian acara Hari Dharma Karyadhika (HDKD) Tahun 2021 seluruh UPT Jawa Timur mendapatkan arahan Kakanwil Kemenkumham Jawa Timur untuk...
error: Content is protected !!