Rabu, Juli 28, 2021
Beranda Daerah Diduga Gelapkan Anggaran PMD 2019, Desa Cungkup Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan

Diduga Gelapkan Anggaran PMD 2019, Desa Cungkup Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan

Berdikaripos.com | Lamongan – Dugaan penggelapan anggaran PMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) tahun 2019 ini muncul lantaran adanya investigasi wartawan terkait program Warung LA untuk beberapa desa di Kabupaten Lamongan, salah satunya adalah Desa Cungkup Kecamatan Pucuk.

Mencuatnya Berita Kasus dugaan korupsi di lingkup Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) yang dulunya bernama BAPEMAS viral di sosmed. Bahkan, dari informasi media sebelumnya banyak masyarakat yang mengadu dan mempertanyakan soal keberadaan Warung LA (Warla) itu.

“50 Lembar Dokumen Laporan Bukti Kuat Dugaan Korupsi Dinas PMD Dalam Pengembangan Warung LA”, seperti judul di salah satu media Online yang sedang Viral Beberapa Hari ini.

Hasil Investasi lanjut oleh awak media yang di himpun dari berbagai informasi di lapangan tersebut sama dengan isi berita di salah satu kanal media online, Menyangkut ornamen Warung LA dan keberadaan Warung LA yang fiktif atau tidak ada bangunannya seperti data pengembangan Warung LA di 120 desa di Kabupaten Lamongan tersebut.

Pasalnya seperti salah satunya di Desa Cungkup tidak ada fisiknya, bahkan lahannya pun tidak ada.

Menurut narasumber yang dirahasiakan namanya, mengungkapkan pada awak media, “Jadi uang sebesar Rp. 50 juta yang bersumber dari APBD itu masuk ke rekening desa, diambil oleh Kepala Desa dan Bendahara Desa, atas saran Kepala Desa Giono uang tersebut diserahkan kepada pihak ketiga, karena Desa Cungkup memiliki hutang kepada pihak ketiga, bukan saja uang PMD untuk program Warung LA yang digelapkan, tetapi juga uang Dana Desa sebesar Rp. 50 juta yang juga di anggarkan untuk Warung LA, dan sampai sekarang fisiknya tidak ada, tapi Kepala Desa kemarin beli mobil dan beli sawah,” ungkap warga Desa Cungkup itu.

Sementara itu Kepala Desa Cungkup (Giono) saat dikonfirmasi awak media sewaktu di rumahnya, menjelaskan, “Uang Rp. 50 juta masih utuh ada di rekening mas, belum sempat saya bangunkan Warung LA karena belum ada lahannya,” terang Giono. Minggu, (27/06/2021).

Menurut kacamata Salah Satu Anggota LSM di babat, apa yang diutarakan Giono kepada awak media sangat bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan, pasalnya nominal dalam rekening sebesar Rp. 50 juta dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2021 ini, kenapa selama kurun waktu 2 tahun ini tidak ada rencana pembangunan fisik Warung LA, berarti ada unsur dugaan kesengajaan untuk memiliki uang tersebut.

Terdengar kabar terkini, bahwa beberapa warga pun berencana akan melakukan demo terkait masalah ini, Jika tidak ada realisasi atau kejelasannya dan juga berencana akan melaporkannya dengan di dampingi LSM.

Sampai berita ini diturunkan belum ada itikad baik Kepala Desa untuk menindaklanjuti program pemerintah ini. (Redaksi)

RELATED ARTICLES

Populer