Minggu, September 26, 2021
Beranda Agro Sektor Datangkan Banyak Pakar, Ngaji Tani Bahas Cukai Tembakau Siap Gelar Audiensi Lanjutan

Datangkan Banyak Pakar, Ngaji Tani Bahas Cukai Tembakau Siap Gelar Audiensi Lanjutan

Berdikaripos.com | Lamongan – Menindaklanjuti audiensi yang dilakukan pada Senin (6/9/2021) di ruang banggar DPRD Lamongan menyoal DBH Cukai Hasil Tembakau, LPPNU gelar diskusi lanjutan untuk persiapkan agenda audiensi ke duanya.

Diskusi yang dibungkus dengan judul ngaji tani bertema “Cukai Tembakau Untuk Siapa?” yang diselenggarakan Sabtu (11/9/2021) bertempat di aula PC NU Lamongan menghadirkan beberapa pakar, masing masing narasumber menyampaikan gagasannya seperti Komisi B DPRD Lamongan, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Bapeda, perwakilan petani tembakau, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia, praktisi akademisi serta petani tembakau wilayah selatan.

“Perluasan diskusi ini dilakukan karena masalah DBH-CHT sudah menyangkut kemanusiaan dan kesejahteraan yang semestinya harus ada solusi yang berpihak pada petani. Solusi tersebut kami harapkan muncul dari ide dan gagasan yang di sampaikan teman teman yang hadir disini,” tutur Benu Nuharto selaku ketua LPPNU.

Beberapa usulan petani yang tertuang pada forum tersebut meliputi realisasi PMK 206 untuk kesejahteraan petani, pelatihan untuk petani, gagal panen, susahnya bibit, harga jual serta pendataan terperinci yang menyasar petani tembakau terkait lahan dan sebagainya.

“Segera asasment ke lapangan dari teman-teman Dinas Pertanian untuk mendata dan mengetahui langsung apa yang dibutuhkan petani, sehingga cepat ada solusi yang dibutuhkan petani tembakau,” tutur Ansori dari Komisi B DPRD Lamongan.

Semetara itu Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Mudi menuturkan, “Surat edaran pedoman gubernur yang 35% untuk BLT asuransi dan subsidi untuk petani harus segera dijalankan. Kami berterima Kasih pada LPPNU membantu APTI memperjuangkan nasib petani tembakau,” ujar Mudi.

Dari sudut pandang praktisi akademisi yang di wakili oleh Madekhan Ali, S.Pd., M.Si (Direktur Pasca Sarjana Unisla) menyampaikan, “Saya belum menemukan legal standing penegakan hukum yang menyerap 25% dari total DBH-CHT di Kabupaten Lamongan secara jelas dan saya rasa itu terlalu besar yang sebaiknya bisa dialokasikan untuk kesejahteraan petani tembakau,” tutur praktisi akademisi yang akrab dipanggil Ali ini.

Forum tersebut merekomendasikan beberapa poin yang akan disampaikan pada pembahasan KUA-PPAS penganggaran 2022 yaitu, screening belanja kegiatan kaitnya dengan petani, realisasi jaminan sosial kesejahteraan petani, kebijakan khusus di daerah yang berpihak pada petani tembakau, tata niaga bertujuan meminimalisir permainan harga, gerakan CSR rokok untuk petani tidak hanya di ring satu, asesment kebutuhan petani serta mempermudah permodalan untuk petani tembakau yang akan di sampaikan pada audiensi ke 2 nantinya. (Redaksi)

RELATED ARTICLES

Populer

Komunitas Football Traveler Jalin Silaturahmi Lewat Sepakbola

Berdikaripos.com | Lamongan - Gaya baru bermain bola sembari traveling pun diyakini dapat menjadi pilihan bagi pecinta sepak bola yang suka berpergian sambil olahraga....
error: Content is protected !!