Minggu, September 26, 2021
Beranda Aksi Sosial BNPT Bersama Yayasan Lingkar Perdamaian Gelar Vaksinasi Selamatkan Masyarakat Dan Bangsa

BNPT Bersama Yayasan Lingkar Perdamaian Gelar Vaksinasi Selamatkan Masyarakat Dan Bangsa

Berdikaripos.com | Lamongan – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama mitra deradikalisasi terorisme Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) menggelar kegiatan vaksinasi Covid-19 di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Kegiatan vaksinasi yang digelar oleh BNPT ini dipimpin oleh Direktur Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) Ustad Ali Fauzi Manzi dan disediakan 340 dosis vaksin, dengan rincian, 24 dosis vaksin untuk Eks Napiter dan 316 dosis vaksin untuk masyarakat sekitar.

Hari ini BNPT merasa mendapatkan penghormatan bisa hadir di Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) bersama Pejabat dari Provinsi Jawa Timur, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Wakil Bupati Lamongan dan Kepala OPD Pemkab Lamongan dan para pejabat TNI-Polri.

Serta Direktur Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) Ustad Ali Fauzi Manzi mitra dari BNPT, keluarga besar dari pondok, Ustad KH. Khozin pimpinan Ponpes Al-Islam Solokuro.

Alhamdulillah kita mengucapkan terima kasih dalam rangka kerja sama vaksinasi bersama Yayasan Lingkar Perdamaian,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., Senin (23/08/2021).

“Sebelumnya, hal ini kita ajukan kepada bapak presiden untuk menyampaikan rencana kegiatan vaksinasi dengan mitra BNPT, kemarin di Karanganyar, tiga minggu lalu di Poso di daerah konflik tepatnya Kelurahan Tentena Kecamatan Pamona Puselemba, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah dan Insya’Allah besok di Malang.

Kita sukseskan program prioritas nasional khususnya vaksinasi. Kita tahu dunia sedang menghadapi krisis kesehatan terutama kaitan dengan masalah virus Covid-19. Ini adalah virus dunia tidak lepas kita yang ada di Indonesia terkena.

“Kita tahu bahwa pemerintah telah memaksimalkan dan bapak presiden berharap, setidak tidaknya dari 237 juta penduduk Indonesia diharapkan 70 persen dilakukan vaksin untuk mendapatkan “herd immunity” (kekebalan kelompok) agar bisa memperkuat daya tahan masyarakat kita bangsa kita dari ancaman virus covid-19.

Karena virus ini tidak mengenal, status korbannya, mau kaya-miskin, tua-muda, profesi apa saja semua kena, semua berpotensi.

Oleh karena itu dengan vaksinasi ini memperkuat daya tahan masyarakat kita agar kita bisa sehat, sehingga semangat dalam rangka hari kemerdekaan kemarin “Indonesia Tangguh” “Indonesia Tumbuh” “Indonesia Sehat” “Indonesia Maju” ini bisa terwujud.

Kita berharap vaksinasi ini semakin memperkuat daya tahan masyarakat dan masyarakat bisa melaksanakan aktivitas di bidang apapun dalam konteks berpartisipasi dalam pembangunan nasional di negara kita.

Karena butuh sehat untuk bisa berpartisipasi dalam pembangunan, kalau tidak tentunya ya siapa yang membangun kalau semua sakit tidak boleh keluar di isolasi apalagi dirawat di rumah sakit.

Pemerintah terus berjuang termasuk pemerintah daerah kita dukung program protokol kesehatan, ketentuan protokol kesehatan yang dicanangkan oleh pemerintah di seluruh Indonesia. Menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas.

Itu adalah hal – hal yang dianjurkan kepada seluruh masyarakat agar angka penularan tidak semakin tinggi,” tuturnya.

Jadi ini adalah ikhtiar, memerlukan dukungan semua lapisan masyarakat. Masyarakat tentunya memegang kunci berhasil atau tidak bangsa kita mengendalikan virus covid-19.

Apabila masyarakat disiplin, kemudian mematuhi hal – hal yang dianjurkan yang diharuskan kepada kita. Insya’Allah bisa terhindar dari terdampak terkena virus covid-19.

Bupati bersama jajaran yang tentunya ikut membantu kegiatan hari ini termasuk dari TNI dan Polri Wakapolda Jatim, partisipasi tenaga kesehatan (nakes), staf yang memberikan dukungan sehingga kegiatan ini lancar.

Satu hal yang harus kita waspadai ada pihak – pihak dengan menyebar luaskan informasi yang keliru (Hoax), dengan mengatakan vaksin ini adalah sesuatu yang macam – macam, konspirasi, bisnis, sengaja membunuh masyarakat dengan memvaksin.

Ada pihak – pihak tertentu agar kegiatan penguatan kesehatan masyarakat gagal masyarakat menjadi lemah/sakit bahkan lebih buruk lagi diharapkan.

Kepada ustad Ali Fauzi mohon bantuan untuk kita netralisir untuk diluruskan mulai dari tingkat keluarga sampai kepada masyarakat, kalau tidak nanti mereka yang menang dan kita akan mengalami pandemi yang berkepanjangan.

Tidak ada niat pemerintah yang membahayakan, menyakiti umatnya (masyarakat). Justru sebaliknya pemerintah ingin membahagiakan masyarakatnya.

Insya’Allah vaksinasi dan protokol kesehatan setidak tidaknya ikhtiar yang dilakukan bersama pemerintah dan masyarakat akan segera membuahkan hasil yang baik dan tentunya kita lihat bersama di akhir tahun ini.

Mudah mudahan semuanya terjadi angka penurunan. Disejumlah tempat sudah mulai penurunan angka inveksi dan kemudian tingkat hunian rumah sakit menurun. Jadi beberapa provinsi mencatat hal itu. Kita bersyukur itu buah dari ikhtiar kita.

Kedua tentu kewajiban kita sebagai hamba Tuhan Allah S.W.T. senantiasa terus berdo’a karena ini tidak lepas dari hukum Allah kepada kita semuanya. Insya’Allah kita lolos ujian, dan bisa meraih kesuksesan berikutnya.

Tapi kalau kita gagal memaknai peristiwa ini maka bisa jadi Allah akan memberikan ujian kita yang lebih berat,” tandasnya.

Kepada tokoh- tokoh agama, para Kyai mohon dukungan do’a agar Indonesia ini terbebaskan dari segala ancaman bahaya termasuk virus covid-19 termasuk juga virus radikal intoleran. Virus ini lain lagi, kita hari ini ngomong virus corona dulu, mudah mudahan virus-virus yang lain juga terbawah.

Sehingga Indonesia selalu menjadi negeri yang Baldatun Thoyyibatun wa rabbhun ghaffur (Negeri yang makmur dan damai), yang mendapatkan ridho dari Allah S.W.T. karena seluruh umatnya saling mengasihi saling bantu membantu saling tolong menolong dalam menghadapi bencana.

Hari ini kita perlu solidaritas yang kuat membantu yang lemah, yang lemah tentunya mengikuti apa yang dianjurkan oleh pemerintah sehingga kita semua bisa saling mengisi sehingga apapun ancaman bahaya yang Allah berikan dicobakan kepada kita ditimpahkan kepada kita, kita hadapi dengan sebaik baiknya (ikhlas),” pungkasnya.

Pada kesempatan ini Bupati Lamongan Yuhronur Efendi juga merasa berterima kasih atas antusias masyarakat dalam melaksanakan vaksinasi. Diungkapkan Bupati Lamongan yang akrab di sapa Pak YES ini, angka keterpaparan covid di Lamongan saat ini mulai melandai.

Ia berharap, “Kedepannya angka ini dapat terus turun, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas.

“Alhamdulillah covid di Lamongan sudah melandai. Vaksinasi, kita sudah sekitar 18 persen hampir 19 persen, dan itu terus kita upayakan dengan terus bersinergi dengan seluruh komponen, baik TNI-Polri.

Memang diawal ini agak sulit untuk meyakinkan masyarakat untuk vaksin, tapi belakangan sudah Alhamdulillah. Luar biasa, mudah-mudahan ini menjadi semangat bagi masyarakat Lamongan untuk mengikuti vaksinasi,” tambah YES.

Sementara, Direktur Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) Ustad Ali Fauzi Manzi pada kegiatan vaksinasi dan bansos yang digelar oleh BNPT ini mengatakan, ” Hari ini Napiter dan keluarga yang divaksinasi ada sekitar 24 orang dan sebagian sudah di vaksin ikut program vaksinasi di Desa Tenggulun beberapa minggu yang lalu, jadi sebagian mereka sudah di vaksin.

Alhamdulillah ini pihak BNPT hadir mengadakan vaksin dilingkungan Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP). Namun ini diluar ekspektasi saya, karena estimasi saya yang hadir hanya sekitar 250 orang, tapi ini saya dengar tadi vaksin 500 sudah habis.

Untuk peserta vaksin Napiter 24 orang dan sebelumnya yang sudah di vaksin 9 orang program di desa Tenggulun. Untuk vaksin Napiter ini berasal dari Lamongan sendiri, Tuban dan juga sebagian dari Surabaya.,” tambah Ustad Ali Fauzi.

Apa ada yang menolak di vaksin, kata Ali Fauzi, “Ada dan saya menghargai karena itu bagian dari pada hak asasi yang bersangkutan.

Alasan sebagian ada yang menolak divaksin, ya seperti masyarakat pada umumnya, mudhorotnya lebih banyak dari pada manfaatnya dan tentu ini termakan dari berita Hoax yang tersebar di media sosial (medsos).

“Intinya, bahwa vaksin itu justru akan memperpendek umur, sehingga yang bersangkutan ada rasa ke khawatiran.

Untuk harapan saya dalam beberapa waktu kedepan yang bersangkutan juga ikut serta. Saya fikir ini hanya butuh proses saja yang bersangkutan mau ikut di vaksin.

Setelah divaksin tahap pertama mungkin harapan kedepannya. Ustad Ali Fauzi mengatakan, “Mudah mudahan setalah saya vaksin, oleh kawan kawan yang belum melakukan vaksin ada beberapa pilihan misalkan yang bersangkutan tidak mau vaksin sinovac.

Hararapannya, pemerintah juga dalam hal ini Pemkab Lamongan menyediakan Astrazeneca dan vaksin yang lainnya. Tinggal yang bersangkutan nyaman pakai vaksin yang mana nanti bisa dibagikan kepada mereka.

Ditegaskan oleh ustad Ali, hanya butuh waktu saja saya fikir nanti masyarakat pada umumnya khususnya mantan Napiter teroris akan vaksin, hanya butuh waktu saja.

Saat ditanya berapa yang menolak untuk di vaksin, Ustad Ali menjelaskan, tidak banyak menurut hitungan saya 8 orang bersama istri dan anaknya kan banyak,” kata Ustad Ali. (Redaksi)

RELATED ARTICLES

Populer

Komunitas Football Traveler Jalin Silaturahmi Lewat Sepakbola

Berdikaripos.com | Lamongan - Gaya baru bermain bola sembari traveling pun diyakini dapat menjadi pilihan bagi pecinta sepak bola yang suka berpergian sambil olahraga....
error: Content is protected !!